Tentang Insecure

Kadang mikir ketika ada yg berkata “sudah dandan kok gak tambah cakep sih, percuma perawatan nya mahal muka nya tetep gitu-gitu aja gak kaya artis (emang bukan artis), kayanya badan lu tambah gendut deh, kayanya mau pake skincare atau make up muka lu ttp biasa aja gak jadi tambah cakep, tanya gih sama temen lu biar bisa cakep kaya dia muka lu gitu-gitu aja soalnya, kok difoto bagus sih aslinya biasa aja atau gak ada cakep-cakepnya pasti pintar ngedit foto, pipinya chubby kayanya bagusan tirus deh kalo tirus pasti lebih bagus, idungnya di filler aja mba biar mancung kan lebih bagus kalo hidung mbaknya mancung, pipinya terlalu tirus mba mending botox aja biar pipinya berisi dan agak chubby-chubby gitu, badan lu dikecilin aja biar langsing kalo langsing kan kalo menikah nanti bisa digendong-gendong suami lu (?), gw aja waktu masih gadis cuma 48 kg, lu juga harusnya jangan gendut-gendut kalo masih gadis, segitu sih kegendutan, harusnya lu gak jauh beda sama gw sekitar 48 kg juga, atau 50 kg lah maksimal, makan dong yang banyak biar gendut jangan kurus-kurus juga kali, lu tambah putih sih tapi sayangnya makin gendut, foto-fotonya udah bagus sih tapi baju sama bentuk badan lu gak bagus jadinya ya keliatannya jadi gak bagus atau kalimat-kalimat lainnya”

Pernah mendapat komentar seperti ini? Mungkin ada yang pernah dan ada pula yang tidak. Begitu juga dengan saya. Namun, bagi saya yaudah emang saya gak cantik dan biasa aja, jadi santai dan selama tubuh masih berfungsi dengan baik, kondisinya lengkap dan utuh, sehat jasmani dan rohani, rasanya hal tersebut bukan suatu hal penting yang menjadi gangguan yang bisa menurunkan kepercayaan diri.


Selama nyaman dengan diri, tidak menyulitkan, tidak mengganggu,tidak melanggar norma dan etika, serta tidak merepotkan orang lain bagi saya bukan suatu hal yang patut menjadi insecure yang berlebihan. Rezeki setiap orang beda-beda ada yang memang sudah terlahir sempurna dan rasanya tak ada yang kurang dari dirinya, ada yang harus berjuang keras, ada yang menjadi tulang punggung keluarganya hingga di usia yang masih sangat muda mengharuskannya untuk bekerja. Rasanya tak perlu disesali jika tak terlahir sempurna, memang tak ada yang sempurna, dan bukan salah bunda mengandung.


Selama anugerah yang Tuhan berikan masih bisa membuat bertahan hingga hari ini, maka merawat diri dengan sebaik-baiknya, menjaganya, dan taat pada norma-norma yang berlaku rasanya menjadi suatu hal yang tepat, bersyukur dengan penciptanya, dan tak merubah apa yang diciptakannya kecuali dalam keadaan darurat.


Bentuk fisik setiap orang juga berbeda-beda, Tuhan menganugerahkan bermacam-macam bentuk fisik, tak semuanya memiliki berat badan yang sama, tak semuanya yang memiliki berat yang sama bentuk badan dan tinggi badannya sama, ada yang memang dianugerahkan tubuh langsing dan proporsional, ada pula yang berisi, ada pula yang memiliki postur tubuh indah bak gitar spanyol, dan lainnya.


Begitu juga dengan warna kulit ada yang sawo matang, putih bersih, kuning langsat, dan lainnya. Jika keanekaragaman itu ada pastinya ada maksud mengapa Tuhan membuat dan menciptakan keanekaragaman tersebut.


Setiap orang memiliki keunikan dan ciri khas dari dirinya yang membuatnya berbeda antara satu dengan yang lain. Rasanya jika membandingkan dengan hal yang ada di media dan terlihat sangat sempurna sekali sedangkan seperti saya yang hanya rakyat biasa bagaikan butiran debu, butiran pasir, remah-remah rengginang. Pastinya untuk memiliki hal yang sempurna seperti yang disajikan di media atau dengan teman yang jauh lebih sempurna memang tidak mudah dan bisa jadi itu adalah anugerah sekaligus ujian untuknya. Biayanya pun tidaklah murah seperti perawatan, make up, skincare, olahraga, baju, dan lainnya.

Usaha untuk memperbaiki dirinya jika ingin lebih baik pun juga bukan hal yang mudah. Terkadang hanya melihat sebagian kecil dari dirinya yang tak pernah tau bagaimana cerita gigihnya ia berusaha untuk berubah menjadi lebih baik, namun karena belum sesuai standar atau beauty standard dan banyaknya orang yang berekspektasi terhadapnya jadi usaha nya tak bernilai dan seperti sia-sia saja.

Mungkin lebih baik tak terlalu cepat menilai, tanpa tau bagaimana usaha dan perjuangannya, hasilnya mungkin tak terlihat sekarang tapi jika usahanya gigih dan menjadi suatu motivasi bisa jadi kamu yang gigit jari. mungkin mindset nya pun harus berubah untuk menyenangkan diri, membuat badan lebih sehat, bugar, dan bukan untuk menyenangkan orang lain.

Saat ingin berkata sesuatu yang bisa menjadi insecure dan bahkan menghinanya, lebih baik bisa dengan jaga lisan sebab Barangkali orang yang dihina jauh lebih baik daripada yang menghina, bisa jadi yang dihina memiliki semangat yang tinggi sehingga bagaimanapun komentar yang ia dapatkan tak kan mengubah rasa syukurnya, dan tetap bahagia dengan menjadi dirinya sendiri, barangkali yang dihina memiliki motivasi untuk lebih baik lagi dan tak pernah berhenti belajar dan sadar bahwa walaupun fisik tak sempurna, memiliki nilai diri yang lainnya yang bukan hanya sekedar outer beauty namun juga inner beauty yang terpancar, bersinar, tetap menjadi dirinya sendiri, dan memiliki self acceptance yang kenal betul siapa dirinya baik kelebihan maupun kekurangannya.

Terkadang merasa jika berkata seperti itu kepada orang lain seringkali berfikir respon orang tersebut tak akan sedih, dengan dalih ini kan cuma bercanda dan jika respon yang didapat ternyata membuat orang tersebut sedih maka dengan mudahnya menganggap “ah baperan ni orang, kan cuma bercanda” tapi walaupun bercanda mungkin alangkah lebih baiknya tanpa menyinggung hati dan tak mengganggap semua orang akan respon seperti respon diri kita terhadap hal tersebut sebab barangkali ia sedang mengalami masalah dari berbagai faktor sehingga menjadi tersinggung atau hal lain yang memang ia tak suka sebab bercanda hal fisik dianggap sebagai hal yang lumrah dan berulang kali. Bisa jadi karena insecure tersebut menjadikannya depresi, benci terhadap dirinya sendiri, dan berniat mengakhiri hidupnya.

Mungkin ada baiknya memulai percakapan dengan topik dan bahasan humor yang lebih berkualitas untuk menghindari pembahasan tentang body shaming. Pelan-pelan ini sebagai pengingat diri juga untuk berusaha merubah mindset pribadi dan berusaha lebih baik lagi .

Teringat suatu kutipan film imperfect yang mana film ini sangat bagus, dan memiliki jargon #UbahInsekyurJadiBersyukur. Di akhir film ini Rara menyampaikan pidatonya di depan para tamu dan karyawan perusahaan ditempat ia bekerja yaitu
“Jadi perempuan tidaklah mudah. Kecantikan perempuan beragam. Ternyata cantik belum tentu bikin bahagia. Angka yang muncul bikin gak berarti tapi sekarang gw sadar timbangan itu hanya angka. Karena sesungguhnya kita gak perlu sempurna untuk bahagia”


Postingan ini hanya sekedar sharing dan pemikiran pribadi, sebab tak sedikit orang hanya karena insecure bisa merusak mental, depresi, bahkan bunuh diri. Selama bahagia dan terus menjadi lebih baik lagi, lanjutkan ☺️
Percayalah kamu istimewa👍🏻

Terima kasih sudah membaca, jika kamu punya perspektif lain mari berdiskusi di kolom komentar 🙏🏻☺️

One Reply to “Tentang Insecure”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *