Coretan tentang kehilangan

Ada yang hilang, ada yang patah, ada yang tumbuh dan silih berganti. Semakin bertambah usia dan dewasa semakin menyadari bahwa kehilangan adalah hal yang biasa. Yang pernah datang akan pergi, yang pernah bertemu akan berpisah, yang pernah hidup akan mati. Seringkali melihat di media sosial dan menengok ke kehidupan orang lain yang terlihat mereka bahagia dalam hidupnya dan seolah tidak pernah merasakan sedih. neighbor’s grass is always greener. Gak akan ada habisnya rasanya melihat kehidupan orang lain, bahkan saking sering melihat kehidupan mereka kita menjadi lupa bersyukur dengan kehidupan kita yang tanpa kita sadari sebenarnya hidup kita juga bahagia dan kadang lupa hidup kita terkadang adalah mimpi dari orang lain.

yes media sosial menampilkan hal-hal yang menyenangkan dan eye catching. Sepertinya hal tersebut wajar, menampilkan kebahagiaan dari sisi dirinya dan kesedihan rasanya lebih baik disimpan hanya untuk dirinya tanpa banyak orang yang perlu tahu tentang apa yang dirasakannya, bagaimana perihnya berjuang, dan bagaimana dirinya melawan segala rasa sakit tentang proses kehidupan yang dilaluinya. Terkadang kita tidak tahu apa yang sudah diambil dari dirinya hingga ia mampu berdiri dan berbahagia hingga hari ini.

Semakin sering merasakan tentang pahitnya kehilangan, melatih hati untuk semakin kuat dan tegar menjalani semua kisah kehidupan. Move on menuju kehidupan yang lebih baik dan berlatih untuk mengelola emosi dengan baik dan benar. Seakan teringat kembali dengan suatu hal yang disebut dengan “takdir” yang telah digariskanNya. Hingga sekuat apapun kita bertahan, sekeras apapun kita berusaha dan memperjuangkan, seerat apapun kita menggenggam, jika takdir tak berkata sesuai apa yang kita inginkan, kita tak mampu berbuat apa-apa selain menerima ketetapanNya yang telah digariskan di lauhul mahfudz. Hingga akhirnya tersadar bahwa itulah yang terbaik dariNya.

Proses melewati kehilangan memang tidak mudah dan terkadang hanya waktu yang dapat menyembuhkan rasa sakit yang pernah ada. Hingga semua perih tertutup rapat sempurna hingga akhirnya mampu mengikhlaskan segala yang pernah terjadi dan terlewati.

Tentang menjadi dewasa seringkali menjadi goals dari proses pengelolaan hati yang pernah patah karena kehilangan. Percayalah selalu ada senyum setelah badai, selalu ada bahagia setelah berderai air mata, selalu ada hati yang kuat dan hati yang lebih siap untuk melewati fase kehidupan berikutnya. Hingga akhirnya tersadar bahwa kehilangan menjadi pelajaran berharga yang bernilai mahal dan tak semua orang mampu melewatinya dengan baik dan tersenyum bahwa kamu adalah orang yang terpilih yang mampu menghadapinya dengan baik dan betapa sayangnya Tuhan terhadap dirimu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *