Perjalanan singkat di negeri jiran part 1 : Kuala Lumpur

Rutinitas seringkali membuat penat dan membutuhkan liburan. Lepas dari kebiasaan sehari-hari dan pergi ke tempat yang baru seringkali menjadi opsi bagi para pelancong. Malaysia sering menjadi destinasi para wisatawan yang hendak bereksplorasi atau sambil melancong ke negara tetangga lainnya. Lokasinya yang dekat dengan Indonesia menjadi pilihan bagi para tourist asal Tanah air.

Awalnya agak ragu menuliskan perjalanan ini di dalam blog hehe. Baru kali ini saya menulis tentang tema perjalanan, karena saat melakukan perjalanan tidak ada fikiran untuk menulis. Sempat terlintas ide dan melakukan vote di story IG akhirnya mencoba memberanikan diri menulis tentang perjalanan dari si pelancong pemula yang amatir nan absurd ini hehe. Barangkali nantinya bisa mengikuti jejak mba Trinity dalam bukunya the naked traveller (ngimpi dulu boleh ya hehe).

Well, saya dan sahabat saya yang cantik, Mustika Putri. Kami berdua pergi dengan modal nekat dan GPS hehe. Kebetulan sahabat saya sudah pernah kesana, jadi gak terlalu takut nyasar.

Btw, untuk persiapan sebelum keberangkatan yaitu :

1. passport

2. Beli tiket pesawat. Banyak banget promo murah dari berbagai maskapai. Lebih baik tiket pesawat promo yang sudah termasuk pulang pergi. Harganya lebih murah

3. Search penginapan melalui aplikasi bisa dengan traveloka, pegi-pegi atau yang lainnya. Untuk yang mau penginapan secara gratis bisa pakai aplikasi couchsurfing (CS) semacam ingin mencari pengalaman tinggal di homestay penduduk lokal dan kalau ingin jalan-jalan juga bisa dipandu oleh guide yang tersedia di aplikasi CS. Selain itu bisa pakai aplikasi airbnb, namun bedanya dengan CS, airbnb ada biaya sewa untuk penginapan.

4. Membuat itinerary selama perjalanan dimulai dari estimasi biaya selama disana baik transportasi, makan, jadwal rencana kegiatan, dan oleh-oleh.

5. Menukar mata uang rupiah ke ringgit bisa di money changer, bandara Soetta atau bandara tujuan. Btw 1 RM (Ringgit Malaysia) kurang lebih sekitar 3500-an tergantung kurs. Tips lebih baik menukar rupiah di Indonesia.

6. Sim Card bisa dibeli di bandara dengan nomor malaysia, atau bisa juga untuk pengguna Telkomsel (karena saya pengguna) klik *266# pilih asia-australia. Oia untuk fasilitas wifi juga cukup bagus untuk internet.

7. Kosmetik, makanan, dan minuman yang dalam bentuk cair jangan dibawa lebih dari 100 mL jika tidak menggunakan bhagasi dan jika lebih dari 100 mL disita pihak imigrasi (kurang lebih ke negara lainnya juga sama aturannya)

Lanjuuuut

Hari pertama: keliling Kuala Lumpur (KL)

Saya dan kawan saya tiba di Bandara KLIA lalu untuk menuju ke KL sentral dengan menaiki bis ekspress aerobus atau skybus. Harga tiket bis dari bandara KLIA ke KL sentral kurang lebih 12 RM per orang. Perjalanan ke KL sentral dari bandara kurang lebih 1 jam. Bisa juga naik kereta tapi harganya jauh lebih mahal. Lokasi hotel tempat menginap tidak jauh dari KL sentral. Cukup berjalan kaki. Waktu di Malaysia satu jam lebih cepat dari Waktu Indonesia Barat (WIB). Dari segi penduduk Malaysia ada 3 etnis yaitu Melayu (dominan), China, dan India. Dari segi bahasa, melayu banyak digunakan disana dan tidak sulit untuk dimengerti tapi kadang pakai bahasa Inggris juga.

Btw, transportasi disana cukup mudah untuk dijangkau. Beberapa layanan transportasi seperti MRT, LRT, bis tersedia semua disana. Jika ingin menggunakan transportasi online Grab juga bisa.

Perjalanan dimulai dengan pergi ke Masjid Jamek Sultan Abdul Samad, masjid tertua di Malaysia. Masjid yang sangat indah diantara sungai Klang dan Sungai Gombak dengan bangunan arsitektur bergaya Moorist dan Mughal. Perjalanan ke masjid jamek bisa naik LRT dari KL sentral dan berhenti di stesen masjid jamek (bahasa malaysianya stasiun). Harga tiket mobil (kereta) ke masjid jamek kurang lebih 1,5 RM.

Ps: anyway disini jangan kebalik antara mobil dan kereta. Orang malaysia menyebut mobil itu kereta, dan kereta disebut sebagai mobil 😀

Sedikit berintermezo ngomongin tentang transportasi boleh diakui disana jauh lebih baik dan lebih maju. Berharap sih disini bisa jadi lebih maju juga ke depannya.

Lanjut lagi ke topik masjid jamek

Saat masuk ke area masjid harus berpakaian sopan dan disana juga tersedia jubah untuk non muslim dan yang tidak berjilbab (tapi kalau mau pakai jubah untuk foto-foto dan boomerang juga bagus kok hehe). Kalau dilihat-lihat payung-payung di sekitaran masjid mirip kaya di Masjid Nabawi.

Berikut adalah penampakan dari masjid jamek:

Next, disekitar masjid jamek dekat dengan dataran merdeka, di sekitarnya banyak tempat yang instagramable. Selain itu terdapat bangunan-bangunan unik yaitu museum tekstil negara, Kuala Lumpur city gallery dan lainnya.

Berikut jepretannya:

Pada sore harinya, kami jalan-jalan berkeliling di sekitar Suria KLCC. Lokasinya cukup strategis dan dekat dengan landmark kuala lumpur yaitu menara kembar petronas. Seperti yang diketahui Kuala Lumpur terkenal dengan menara kembarnya yang disebut sebagai menara tertinggi di dunia pada tahun 1998-2004 yaitu Petronas Twin Tower, namun sekarang ini posisi menara tertinggi di dunia tergantikan oleh Burj Khalifa di Dubai. Tetapi menara petronas tetap menjadi menara tertinggi di dunia.

Makanan di sekitar KL enak-enak dan murah. Cocok dengan lidah Indonesia. Signature dish nya mesti coba nasi lemak (semacam nasi uduk tapi rasa sambalnya kaya agak khas gitu) dan teh tarik khas malaysia. Selain makanan khas malaysia juga banyak makanan khas india dan chinese. Saat sarapan pagi banyak penjual nasi lemak, gorengan, dan kue-kue. Jenis-jenis gorengan dan kuenya sih mirip-mirip disini. Cuma disana saya gak menemukan gorengan favorit saya, bakwan dan cireng! Hehe. Tapi yang unik adalah pastel isi ikan sardin rasanya enak tapi kaya asem manis gitu. Harga makanan pinggir jalan untuk 5 RM itu udah kenyang banget. Gorengan rata-rata 1-1,5 RM. Mineral water juga sekitar 1-1,5 RM. Harga makanan di mall jelas lebih mahal dan variasi juga.

Harga masuk tandas (bahasa Indonesianya Toilet) sekitar 30-50 sen (uang koin), kurang dari 1 RM. Kalau fasilitas toilet banyak jg yg gratis di fasilitas umum, sekedar info untuk yang kemalaman sampai di bandara dan takut untuk keluar bandara tengah malam bisa menginap di bandara KLIA, di surau (bahasa Indonesianya mushola) cukup aman dan banyak traveller yang juga tidur disana atau di tempat duduk kosong gitu. Selain itu juga banyak tempat makan, tapi kalau untuk mandi kalau gak salah sih bayar gitu dan bisa ke capsule by container hotel KLIA 2 harganya sekitar 15-20 RM.

Hari kedua : Genting Highland (Tanah Tinggi Genting), Batu Caves.

Perjalanan menuju genting highland tidak terlalu jauh dari KL, letaknya di antara negara bagian Pahang dan Selangor. Genting Highland udaranya cukup sejuk dan mirip-mirip Bandung gitu. Genting Highland juga disebut sebagai Las Vegas nya Malaysia. Disana banyak terdapat arena permainan. Untuk menuju ke Genting Highlands bisa menaiki cable car awana skyway yang merupakan terpanjang dan tercepat di Asia Tenggara. Pemberhentian terakhir naik gondola yaitu di skyavenue mall. Sambil menikmati panorama pemandangan dari atas. Jalur yang dilalui saat naik gondola yaitu 3,38 km dengan ketinggian 1860 meter dari permukaan laut dan melewati hutan tropikal yang usianya sudah lebih dari 100 tahun. Perjalanan naik gondola berlangsung sekitar 15 menit. Buat yang takut ketinggian mending merem aja hehe. Agak mengerikan. Harga naik gondola ini bervariasi dari mulai 8 RM per orang (gondola standar) sampai 50 RM per orang (gondola lantai kaca).

Berikut jepretannya:

Landmark Genting Highland

Pemandangan dari skyavenue mall

Perjalanan selanjutnya menuju ke Batu Caves.

Sesampainya di Batu caves terlihat patung Lord Murugan yang merupakan icon dari Batu caves, dewa perangnya orang Hindu, khususnya India Tamil. Konon katanya patung murugan ini adalah patung yang tertinggi di dunia. Biaya masuk gratis. Di sekitar patung Lord murugan banyak penjual kerajinan India dan banyak juga burung dara yang berterbangan. Suasana ala kuch kuch hota hai (India-indian) sangat terasa disini 🙂

Selain itu, di dekat patung ada tangga yang berjumlah sekitar 272, agak curam dan mesti berhati-hati. Di sekitaran tangga banyak monyet yang berkeliaran. Mirip-mirip seperti di Bali. Jika membawa makanan atau minuman lebih baik masuk ke dalam tas karena monyetnya iseng dan cepat sekali hilangnya. Setelah melewati 272 tangga semacam masuk ke dalam goa yang terdapat banyak kuil-kuil dan melihat aktivitas keagamaan masyarakat Hindu.

Berikut foto-fotonya:

Malam harinya awalnya kami berencana ke masjid putrajaya ingin menikmati suasana sunset di sekitar danau dan bersantai ria. Namun keberuntungan tidak berpihak kepada kami. Rintik hujan cukup deras sehingga kami tidak bisa menikmati suasananya. Akhirnya kami memutuskan untuk kuliner makanan khas Arab yang berada di wilayah Serdang. Menu makanannya cukup variatif, enak, pas di lidah, dan dengan porsi yang cukup besar.

Berikut adalah hasil foto makanannya:

Menu yang terdapat pada foto di atas yaitu nasi mandhi ayam, kambing, sop kambing, dan rempah-rempah kari. Well, jika bisa saya beri rating 4.5 dari 5. Rasanya sangat enak, daging kambingnya juga sangat empuk, tidak bau, dan recommended banget. Sayangnya saya lupa nama restaurantnya hehe (dekat the heritage sebagai patokannya).

Btw sekian dulu untuk cerita perjalanannya di hari pertama dan kedua. Next akan disambung lagi di part 2: perjalanan menuju melaka.

Semoga bermanfaat dan untuk yang sedang menyusun itinerary ke malaysia semoga dapat membantu.

Terima kasih sudah membaca 🙂 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *