Semua tentang introvert, ekstrovert, dan ambivert

Sumber : http://www.metrocareercenters.org/blog/category/16-08-02/Ep_11_Job_Search_Tips_for_Introverts_and_Extroverts.aspx

Semua orang pasti tahu ekstrovert dan introvert adalah dua kepribadian yang berbeda. Banyak referensi tentang hal tersebut. Tapi ga semua orang 100 % introvert dan 100% ekstrovert. Mereka punya porsi masing-masing di dalam diri kita dan di antara introvert dan ekstrovert ada yang lebih dominan.

Saya tertarik untuk menulis tentang ini terinspirasi dari diskusi saya bersama mba Agustina Untari, Psikolog. Beliau adalah psikolog lulusan dari Universitas Indonesia yang sudah cukup memiliki banyak pengalaman dalam bidang psikologi. Saat ini bekerja sebagai konsultan dan trainer di bidang pendidikan dan pengembangan anak selain itu ia juga mengajar di NETT Academy, sebuah lembaga pelatihan untuk para pendidik. Sebelumnya saya sudah sering search tentang introvert, ekstrovert, ambievert, Tes MBTI (Myers Briggs Type Indicator) dan STIFIN. So saya akan coba bahas lebih lanjut topik kali ini.

Sumber : http://blog.gotomeeting.co.uk/2015/09/10/neither-an-extrovert-nor-introvert-perhaps-youre-an-ambivert.html

Awalnya kepribadian ekstrovert dan introvert ini ditemukan oleh Carl Gustav Jung (1875-1961). Ia juga menggambarkan empat fungsi kepribadian manusia disebut fungsi berfikir (Thinking), Pengindera (Sensing), intuitif (Intuitive), dan perasa (Feeling).

Menurut Jung sebenarnya ada 2 faktor yang membentuk kepribadian
1.   Faktor genetik : Biasanya dipengaruhi dari orang tua individu tersebut yaitu komposisi biologis, psikologis, dan psikologis bawaan dari individu itu sendiri.

2. Faktor Lingkungan : Faktor ini cukup memberi pengaruh yang cukup besar buat individu tersebut terutama pembentukkan karakternya bisa dilihat dari di mana ia dibesarkan, di mana ia tinggal, norma dalam keluarganya, teman, kelompok sosial, dan pengaruh-pengaruh lain yang seorang manusia dapat alami.

Dua faktor ini lah yang akan mempengaruhi individu tersebut dalam bersikap, kecerdasannya, cara berfikirnya, dan lain-lain. Apa sih yang membedakan introvert dan ekstrovert?

Sumber : http://cewekbanget.grid.id/Love-Life-And-Sex-Education/6-Mitos-Tentang-Sifat-Orang-Introvert-Yang-Enggak-Benar

Introvert : kepribadian yang kecenderungannya lebih ke dalam dirinya sendiri
Ciri-cirinya :
*Tertarik dengan fikiran dan perasaannya sendiri. Mungkin kelihatannya cuek dan tidak peduli keadaan sekitar tapi sebenarnya ia sangat peduli dan otaknya terus menerus berfikir, bahkan jika diibaratkan otaknya muter terus seperti kipas angin
* Tampil dengan muka pendiam dan wajah yang banyak fikiran
* Biasanya tidak memiliki banyak teman, tapi teman yang dekat dengan dia    cenderung hubungannya erat dan solid
* sulit membuat hubungan yang baru
* menyukai konsentrasi dan kesunyian. Konsentrasinya yang tinggi inu membuatnya gak gampang ke-distract dengan hal-hal yang menurutnya gak penting
* tidak suka hal yang sifatnya spontan dan kunjungan yang tidak diharapkan
* baik bekerja sendirian daripada kelompok
*biasanya suka membaca
*lebih suka menulis daripada berbicara. Mengungkapkan fikiran lewat tulisan, jika pandai melukis ia akan melukis, membuat lagu, dan lainnya sebagai media introvert untuk mengungkapkan fikiran dan perasaannya karena ia sulit mengungkapkannya dengan lisan. Otaknya dipenuhi dengan fikiran-fikiran yang  harus disalurkan di tempat yang tepat
*lebih suka interaksi yang 1 on 1 interaction
*tidak suka ditempat yang ramai dalam waktu yang lama
*lebih suka mendengarkan daripada berbicara dan cenderung good listener
*senang berimajinasi
*berfikir sebelum berbicara
*introvert sering lama dalam membalas pesan. Ia butuh konsentrasi dalam membaca pesan dan membalasnya. Ketika ia tidak sedang membagi waktu dengan aktivitas lainnya
*suka observasi dan mengamati keadaan sekitarnya dengan detail. Orang yang tidak introvert tidak sering memperhatikan hal ini dan mencari jawaban tentang apa yang terjadi di sekitar mereka
*introvert cukup jago menebak karakter seseorang
*subyektif
*memiliki minat yang mendalam, introvert yang suka meneliti lebih tertarik pada penelitiannya
*introvert tidak suka dering handphone karena cukup mengganggu konsentrasinya
*kurang suka berkomunikasi lewat telepon lebih suka chatting. Ia hanya bisa berlama-lama telepon dengan orang lain yang sudah dianggapnya nyaman dan bahkan bisa berjam-jam untuk bertelepon tidak pada sembarang orang
*lebih suka menjadi orang dibalik layar
*introvert bisa menjadi pribadi yang rame ketika sudah merasa nyaman dengan lingkungannya
*cenderung tidak suka basa-basi dan lebih suka to the point dalam mengungkap suatu hal dan suka terhadap pembicaraan yang berbobot dan tidak ringan. Seperti ide, gagasan, teori, atau tujuan kehidupan daripada membahas hal yang sifatnya pribadi dan hal yang menurutnya kurang penting. Karena bagi introvert tidak mudah membicarakan suatu hal yang pribadi dan ketika dia berbicara hal pribadi kepada orang lain, tidak pada sembarang orang dan lebih suka dipendam sendiri. Jikalau bercerita pada orang lain tentulah orang tersebut adalah orang yang sangat ia percaya
*suka menyendiri
*di media sosial terkadang ia terlihat seperti seorang ekstrovert yang kelihatannya memiliki kehidupan yang seru tetapi aslinya ia cenderung introvert saat berhadapan langsung dengan orang lain
*dalam mengisi ulang kembali energinya ia lebih suka menyendiri dari dunia luar. Ia lelah jika harus berlama-lama di tempat yang banyak orang karena energinya habis dan perlu me-recharge kembali energinya dengan menghabiskan waktunya sendiri. Contohnya ketika pesta, acara konser, tempat yang ramai orang introvert gak betah berlama-lama ditempat ramai tersebut karena cenderung lelah dan setelah ia ke acara tersebut dan apa yang ia inginkan tercapai ia lebih baik pulang daripada harus berlama-lama ditempat tersebut.

Sumber : http://www.playbuzz.com/melany11/the-way-you-see-colors-will-determine-if-you-are-an-introvert-or-an-extrovert

Ekstrovert : Kepribadian yang kecenderungannya lebih ke luar dirinya sendiri dan cenderung lebih terbuka kepada dunia luar. Mereka lebih banyak beraktivitas daripada berfikir.
Ciri-ciri ekstrovert:
* Gampang bergaul (supel), bersifat terbuka dan juga mudah berteman dengan lingkungan baru
*Aktif
*Cenderung spontan dalam bertindak dan berbicara. Berbicara dahulu berfikir kemudian
*Periang, lincah, bebas, responsif
*Menyukai perubahan
*Agresif
*Lebih menyukai kerja kelompok daripada kerja sendiri
*Cepat dalam berfikir
*Obyektif
*Cenderung lebih menyukai berkomunikasi secara lisan daripada tulisan. Lebih suka telefon daripada chatting dan lebih suka bertatap muka secara langsung
*Perhatiannya tertuju pada luar dirinya
*Minat yang dimilikinya menyebar
*Ramah dan tidak canggung, mudah untuk mengutarakan perasaannya pada orang lain
*Pandai mencairkan suasana
*Menyukai popularitas dan senang menjadi pusat perhatian. Tidak semua ekstrovert seperti ini tetapi sebagian besarnya seperti itu.
*Lebih suka berbicara daripada mendengarkan. Dalam diskusi ekstrovert terlihat lebih banyak berbicara daripada introvert dan usulannya pun cukup kreatif tetapi argumen yang disampaikan oleh ekstrovert seringkali kurang berbobot dibandingkan introvert.
*Ekstrovert selalu tampil percaya diri dan energik saat tampil di depan publik.
*Memiliki sikap yang sigap dan tegas
*Tidak suka kesendirian. Rasa semangat akan berkurang saat mereka sendiri
*Dalam mengisi ulang kembali energinya seorang ekstrovert memiliki energi saat bertemu dengan orang lain, ia akan lebih betah berlama-lama dalam keramaian, pesta, dibandingkan introvert. Introvert cenderung lelah saat berada di keramaian karena bertemu dengan orang banyak menghabiskan energinya sedangkan ekstrovert kebalikannya. Semakin ramai seorang ekstrovert semakin semangat dan energik.

Hal yang paling mudah untuk dilihat perbedaan introvert dan ekstrovert adalah cara mengisi ulang energinya. Terkadang ada orang-orang yang mungkin kelihatannya ia ekstrovert seperti pembawa acara, penyanyi, dan yang banyak melibatkan interaksi dengan banyak orang ternyata orang tersebut sebenarnya introvert. Perlu dibedakan antara kepribadian introvert yang cenderung tertutup dengan skill yang ia miliki. sebab skill berhubungan dengan pekerjaan dan kemampuannya terhadap suatu bidang namun ketika ia mengisi ulang energinya kembali baru terlihat ia introvert atau ekstrovert. Introvert bukan berarti hanya diam saja tapi ia bisa menyalurkan fikirannya ke dalam hal-hal yang lebih berguna seperti menulis, melakukan hobinya, dan lain-lain.

Memang bukan hal mudah bagi seorang introvert untuk keluar dari zona nyamannya hingga terlihat ia seperti seorang ekstrovert. Sebenarnya semua tergantung dari pribadinya masing-masing dan bagaimana memanfaatkan potensinya sebagai ekstrovert atau introvert tersebut dengan maksimal. Sehingga kelemahannya itupun mampu menjadi kekuatan tersendiri dan kelebihannya mampu menjadi suatu hal yang maksimal di dalam dirinya sehingga ia memiliki kepribadian yang lebih baik dan memanfaatkannya dengan lebih baik. Memang di dalam dunia seorang yang ekstrovert lebih terlihat menonjol daripada introvert tetapi tak selamanya seorang introvert hanya menjadi pribadi yang tidak berkembang dan ekstrovert selalu lebih disukai tidak seperti itu. Keduanya punya kesempatan yang sama dalam mengembangkan potensi dirinya masing-masing dan meningkatkan skill nya.

Orang introvert pun bisa mengajar tetapi ia lebih suka berbicara langsung dengan banyak orang daripada ia harus berbaur dengan orang-orang tersebut setelahnya. Ia merasa kelelahan karena energinya saat bertemu orang banyak sudah habis. Orang introvert juga bukan berarti tak mampu basa-basi, dan tidak bisa bekerja sama, ia bisa hanya saja perlu dilatih dan dimaksimalkan potensinya.

Sumber : http://www.bintang.com/lifestyle/read/2424022/studi-ambivert-adalah-pasangan-paling-pengertian

Ada juga istilah yang disebut ambivert. Ambivert ini awalnya terdapat dalam laporan study yang termuat di dalam jurnal psychological science pada tahun 2013. Studi tentang ambivert sebenarnya sudah pernah dilakukan oleh Carl Jung pada tahun 1920 tapi hanya sekedar teori yang belum diberi nama. Akhirnya pada tahun 1940 ambivert baru dapat dijelaskan secara rinci. Kepribadian ambivert cenderung realistik / subjektif dan istimewa. Tidak dapat digolongkan introvert atau ekstrovert sebab ia mampu menjadi ekstrovert dan mampu menjadi introvert.
Ciri-ciri :
*nyaman dengan keramaian tetapi rileks dalam kesendirian. Namun ia tak terlalu nyaman jika sendiri dalam waktu lama ia membutuhkan teman untuk berkomunikasi dengan orang lain. Tetapi terlalu lama bersosialiasi dengan orang lain juga membuatnya lelah sehingga ia harus kembali mengisi ulang energinya ke dunianya sendiri
*cenderung moody dan berubah-ubah
*fleksibel, kepribadiannya berubah tergantung dari lawan bicaranya. Contohnya ketika berbicara dengan introvert maka ia akan bertindak sebagai ekstrovert begitu pula sebaliknya
*menyukai percakapan yang memiliki topik yang spesifik. Terutama topik yang mendalam dan sesuai dengan minatnya. Ia tertarik pada pembicaraan yang bersifat filosofis. Hampir seperti orang introvert ia suka pembicaraan yang dalam
*ia tidak selalu diam (tahu kapan berbicara dan kapan harus diam)
*sulit memilih rencana saat weekend. Ia suka bermalas-malasan dirumah namun ia juga menyukai pergi ke luar
*bisa bekerja kelompok ataupun individu

Untuk tahu tentang jenis kepribadian kita, bisa mengikuti tes MBTI yang bisa di download di app store atau di aplikasi android namanya MBIT atau MBTI, bisa juga googling di internet
Di website :
http://mbti.anthonykusuma.com/
http://www.si-pedia.com/2014/03/tes-kepribadian-mbti-online-gratis-bahasa-indonesia.html

Untuk tes STIFIN bisa dilihat di website ini :
http://stifincenter.com/about.htm

Setiap manusia dilahirkan dengan keunikan masing-masing. Tuhan telah menganugerahkan manusia dengan berbagai macam sifat dan karakter yang dapat menjadi kelebihan dan kelemahan kita. Namun, kepribadian introvert, ekstrovert, ambivert bukanlah hal yang lantas menjadi acuan hanya sekedar mengetahui tentang sedikit banyaknya diri kita. Sebab semua tergantung kembali pada individu masing-masing untuk mengembangkan segenap potensi yang dimiliki, mengenal dirinya sendiri dan menjadi dirinya sendiri. Sebab dengan tahu tentang diri kita menjadikan rasa syukur kepada Tuhan bahwa kepribadian juga merupakan anugerah dan meningkatkan rasa syukur kita.

Semoga bermanfaat

Terima kasih sudah membaca 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *