Berproses Berhijab

Perempuan muslimah seringkali dikaitkan dengan hijab  atau jika pun belum menggunakan kerudung pasti seorang muslimah pernah menggunakannya meskipun sekali dalam seumur hidup.  Disini saya akan bercerita tentang pengalaman saya berhijrah menuju berhijab dan bagaimana melalui proses itu. Saya yakin setiap orang pasti memiliki pengalaman spiritualnya masing-masing hingga ia memutuskan untuk menggunakan hijab.

Perbedaan jilbab, hijab, khimar, kerudung bisa dilihat  disini . Awalnya saya sudah menggunakan kerudung sejak duduk di bangku sekolah dasar kelas 4 SD.  Namun kerudung yang saya gunakan masih gak jelas jadi maksudnya pakai jilbab tapi tetap pakai lengan pendek dan rok sedengkul hehe. keadaan itu berlangsung hingga saya lulus SD. Saya sempat terfikir saat pertama kali ingin memakai kerudung “apa sih yang bisa ngebedain orang Islam sama yang non Islam tanpa harus kita ngomong kalau kita itu muslim?” lalu saya mengamati keadaan sekitar saya dan mencari tahu jawabannya. Oh ternyata kerudung lah yang bisa membedakannya. Akhirnya saya pakai kerudung meskipun ala kadarnya, dan untuk dipakai di sekolah saja.

Saat SMP saya bersekolah di sekolah Islam negeri di kota Bekasi, sekolah saya mewajibkan kerudung ala bergo gitu. Tapi tetap saja di luar saya masih belum terketuk hatinya untuk memakai kerudung, hal ini berlangsung hingga saya beranjak kelas dua SMA yang masih menganut prinsip “pakai kerudung di sekolah saja”. Saat kelas 3 SMA saya kembali berfikir “ngapain ya gue lepas-pasang kerudung, sebenarnya gue pakai kerudung untuk apa sih dan untuk siapa? Kenapa hati gue sangat sulit untuk pakai hijab secara utuh padahal Allah udah baik banget sama gue”. Akhirnya pelan-pelan saya coba untuk pakai hijab saat keluar rumah, bepergian walaupun belum 100 persen. Hingga akhirnya saya merasakan kenyamanan menggunakan hijab ini, dan ada satu titik dimana saya malu dilihat orang lain saat memandang saya tanpa hijab dengan tatapan yang gak sopan, dan saya melakukan observasi dari pengalaman dengan menimbang-nimbang keuntungan berhijab dan ruginya, ternyata menggunakan hijab tak ada ruginya, dan yang saya rasakan adalah perlakuan orang lain terutama laki-laki dengan orang yang berhijab itu jauh berbeda. Saat tidak pakai hijab laki-laki bisa bebas menggoda perempuan dari mulai cara yang sopan sampai cara yang gak sopan dengan siulan atau tatapan yang gak enak. Sedangkan saat berhijab mereka kaya malu sendiri kalau ngegoda dengan tatapan yang gak sopan, menggodanya pun lebih sopan seperti “Assalamualaikum neng” seperti itu. Hijab adalah salah satu cara agama Islam menjaga dan memuliakan perempuan. Godaan antara berhijab dan gak berhijab saya peroleh dari mulai dari mulai perkataan teman sampai ada yang mengatakan pakai kerudung nanti saja kalau sudah bekerja dan menikah . Saya kemudian berdoa dan meminta petunjuk dari Allah atas kebimbangan ini, kemudian secara random saya buka Al-Qur’an dan sampailah saya pada surat An-Nuur ayat 31.

“Katakanlah kepada orang-orang yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan Hendaklah menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Saya merenung dan kembali membaca ayat itu berulang-ulang dan berusaha mencernanya dengan logika saya. Sangat galau rasanya saat itu. Akhirnya saya percaya pada pilihan saya, menggunakan hijab. Pernyataan yang tidak bisa ditawar lagi karena yang menyuruh adalah Tuhan saya yang jelas di dalam Al-Qur’an ada perintahnya. “Bismillah. Apapun kata orang saya tidak peduli, saya tahu saya belum baik dan akan terus berusaha untuk menjadi baik, apa yang terjadi nanti saya percaya Allah yang mengatur. Dengan hijab ini semoga menjadi langkah awal untuk memperbaiki diri saya menjadi lebih baik lagi”.

Ya awalnya saat pakai khimar terus-menerus saya merasa panas dan gatal di kepala. Tapi ya ingat lagi motivasi pakai hijab untuk apa, untuk siapa, dan karena apa. Pelan-pelan saya belajar dan terus belajar hingga akhirnya beristiqomah dalam berhijab. Pelan-pelan saya memperbaiki hijab saya dan saya sadar saya belum sepenuhnya berhijab dengan benar tapi saya akan terus belajar serta memperbaiki kesalahan saya.

Kadang saya suka merasa sedih jika ada nyinyir yang bilang “percuma kalau pake kerudung kelakuan masih minus, masih pacaran, belum menutup dada, ngomongin orang” dan sindiran-sindiran lainnya. Saya percaya setiap orang pasti butuh proses dan melalui fase-fase yang panjang untuk melaluinya. Cukup diingatkan secara halus tanpa harus seperti itu, jangan lupa mendoakan agar ia menjadi lebih baik. Saya sangat menghargai proses yang terjadi pada setiap orang. Ketahuilah hijab dan akhlak adalah dua hal yang berbeda. Hijab adalah kewajiban dan akhlak tergantung dari individunya masing-masing. So, Don’t judge us because we wear veils, but we are still trying to be better and improve ourself to be a good muslimah. Gak ada kata percuma untuk berhijab karena itu perintah dari yang maha kuasa, bosnya segala bos, pemilik bumi dan segala isinya.

Kami tidaklah sempurna kami hanya berusaha untuk taat dan mematuhi perintahnya. Jangan salahkan kerudung kami jika kelakuan kamu masih belum benar. Saya yakin setiap orang yang sedang berusaha menuju kebaikan walaupun mengalami perubahan yang sedikit bahkan sangat sedkit sekali perlu kita apresiasi.

Hijab tanpa tapi, taat tanpa nanti – Felix Y Siauw

Bagaimana cerita hijrahmu ? Jika berkenan share di kolom komentar ya.

Semoga bermanfaat.

Terima kasih sudah membaca 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *