Me and the atheism

Sabtu pagi stasiun Bekasi sangat cerah sekali, di sudut dekat tiang duduklah seorang pria dengan khas etnis eropa. Saya tertegun “Tumben ada bule di stasiun Bekasi” setelah itu saya ajak ngobrol bule itu dengan basa-basi, lumayan lah sekalian nambah tingkat pede saya dan practice conversation in english. Saya lupa namanya ini sudah terjadi beberapa bulan lalu, jika dari wajahnya ia middle age. ia mengatakan sedang menunggu kereta menuju stasiun Manggarai, saya bertanya padanya “Apa yang anda akan lakukan di stasiun manggarai ?” ia menjawab “Saya akan bertemu dengan teman saya” saya pun menggangguk. Saya pun bertanya “How long have you been here?” ia pun menjawab “I’ve been here for 2 months” masih sebentar ya ternyata. Ia pun bercerita bahwa ia di Indonesia bekerja di salah satu perusahaan multinasional di Karawang, sebagai seorang electrical engineer. Ia bercerita istri dan anaknya tinggal di Rusia, dan tak sabar untuk bertemu mereka kembali.

Continue reading “Me and the atheism”