Tanpa Ekspektasi

Hidup seakan mengalir membawa takdir hingga ke muara.
Pergi melangkah tanpa tepi dan tak tahu arah. Entah kemana takdir membawa pulang.
Hingga pergi tanpa ekspresi pulang tanpa peduli.
Suara hati seakan bergejolak hebat mengaum perih yang tak tahu arah berganti.
Hingga ada yang disebut dengan luka dan ada yang disebut dengan benci.
Hingga diri tak dapat berekspresi dan senyum berganti tanpa tepi.
Ramah tamah pun seakan berganti dengan dinding remuk dan sembilu.
Lamunan kosong menjadi kegiatan sehari-hari. Hingga pada akhirnya waktu berkata tentang yang disebut dengan rasa.
Sempat mati tanpa jeda, sempat berdiri tanpa penyangga, sempat berjalan tanpa tahu arah, sempat tertusuk hingga tak berdarah.
Lewat nada tanpa kata, lewat cerita tanpa berjeda, lewat mata tanpa air mata, lewat puisi tanpa makna.
Dan akhirnya berjalan mendobrak rasa dan melangkah dengan logika.
Hingga akhirnya takdir membawa hingga sampai ke muara, diluar zona ekspresi dan tanpa ekspektasi.

Perjalanan singkat di negeri jiran part 2 : Melaka

Selamat malam. Suasana liburan masih terasa di minggu-minggu lebaran ini walaupun sudah mulai beraktivitas seperti biasa tetapi hawa dari liburannya masih melekat. Benar gak sih? Hehe. Btw setelah sekian lama gak posting lagi akhirnya berkesempatan untuk posting keabsurdan cerita di blog, melanjutkan cerita sebelumnya tentang perjalanan ke Kuala Lumpur dan dilanjutkan dengan perjalanan menuju ke Melaka.

Pernahkah anda mendengar tentang old town di Malaysia? Ya, Melaka adalah jawabannya. Destinasi favorit para backpacker dan solo traveler. Kota yang eksotis dengan bangunan bersejarah bergaya ala Eropa. Dilihat dari sejarahnya, Melaka adalah kota tua bekas jajahan dari 3 negara yaitu Portugis, Belanda, dan Inggris. Pada tanggal 7 Juli 2008 Malaka dinobatkan sebagai World Heritage Site oleh UNESCO. Pada abad ke 15 silam melaka menjadi salah satu tempat perdagangan terbesar di Asia Tenggara. Kesan Melaka agak jauh berbeda dengan Kuala Lumpur yang terlihat begitu modern dan multietnis tetapi di Melaka lebih eksotis dengan bangunan tua bersejarahnya dan lebih banyak ras melayu.

Continue reading “Perjalanan singkat di negeri jiran part 2 : Melaka”

Perjalanan singkat di negeri jiran part 1 : Kuala Lumpur

Rutinitas seringkali membuat penat dan membutuhkan liburan. Lepas dari kebiasaan sehari-hari dan pergi ke tempat yang baru seringkali menjadi opsi bagi para pelancong. Malaysia sering menjadi destinasi para wisatawan yang hendak bereksplorasi atau sambil melancong ke negara tetangga lainnya. Lokasinya yang dekat dengan Indonesia menjadi pilihan bagi para tourist asal Tanah air.

Awalnya agak ragu menuliskan perjalanan ini di dalam blog hehe. Baru kali ini saya menulis tentang tema perjalanan, karena saat melakukan perjalanan tidak ada fikiran untuk menulis. Sempat terlintas ide dan melakukan vote di story IG akhirnya mencoba memberanikan diri menulis tentang perjalanan dari si pelancong pemula yang amatir nan absurd ini hehe. Barangkali nantinya bisa mengikuti jejak mba Trinity dalam bukunya the naked traveller (ngimpi dulu boleh ya hehe).

Continue reading “Perjalanan singkat di negeri jiran part 1 : Kuala Lumpur”

Workshop SEO Blogging

Selamat Sore. Setelah sekian lama gak menulis akhirnya kembali lagi bersama tulisan saya yang absurd ini hehe. Kali ini saya ingin membahas tentang SEO (Search Engine Optimization). Materi SEO ini disampaikan saat saya mengikuti workshop dari blogger perempuan tentang SEO for blog content. Tema yang cukup menarik dan hal penting untuk diketahui para blogger pemula termasuk saya hehe. Workshop dilaksakan pada hari Sabtu tanggal 3 Maret 2018 di Plaza Kuningan Jakarta.

Acaranya berlangsung seru dan menarik. Permateri acara ini yaitu mba Nunik Utami seorang blogger yang sudah menerbitkan 58 buku, ratusan cerpen, dan ribuan artikel. Lebih lengkap tentang mbak Nunik bisa anda lihat disini . Acara ini juga dihadiri oleh blogger blogger perempuan yang ingin mengetahui lebih banyak tentang SEO untuk blog content. Continue reading “Workshop SEO Blogging”

Jangan malu untuk berdoa

Sebuah percakapan kecil antara saya dan teman saya kala itu, pelajaran penting yang akhirnya mengunci fikiran saya beberapa bulan terakhir ini. Jangan malu untuk berdoa ! Begitu ucap teman saya. Kata-kata itu mampu menghipnotis saya sesaat, seringkali rasanya mengabaikannya, hanya meminta seperlunya, dan berlalu begitu saja. Well, seringkali setelah selesai shalat berlalu begitu saja atau berdoa hanya seperlunya dan bubar. Tapi setelah difikir-fikir ada benarnya juga ya. Kalau saja lebih lama untuk meminta dan berdua dalam romantisme antara manusia dan Tuhan nya saat berdoa, tidak hanya ketenangan yang kita dapat, tapi juga petunjuk dariNya yang mungkin akan menghantarmu menjadi seseorang yang lebih baik. Seringkali kita berdoa tapi tak kunjung dikabulkan.

Continue reading “Jangan malu untuk berdoa”